Lagi, 2 Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Labuhan Batu

jalurtoba.com ( Labuhan Batu ) – Kapolres Labuhan Batu AKBP Agus Darojat, SIK, MH melalui Kasat Res Narkoba AKP Martualesi Sitepu. SH, MH membenarkan pihaknya berhasil membekuk dua kawaban pengedar narkoba diwilayah hukumnya.

“Benar kita berhasil menangkap 2 orang tersangka pengedar Narkoba di dua tempat terpisah pada hari Selasa tanggal 02 Jun 2020 sekira pukul 05.00 Wib” Ujar Martualesi Sitepu kepada Jalurtoba.com.

Disebutkan TKP pertama Dusun I Desa Sei Merdeka Kec. Panai Tengah Kab. Labuhanbatu dibekuk tersangka
Ahmad Faisal als Faisal, Lk 26 thn, PHL perkebunan HPP, alamat Dusun I Desa Sei Merdeka Kec. Panai Tengah Kab. Labuhanbatu.

Kemudian di dalam Rumah Dsn I Desa Sei Merdeka Kec. Panai Tengah Kab. Labuhanbatu berhasil di tangkap tersangka Johan Kelana Nasution als Johan, lk, 35 thn, nelayan, alamat Dusun I Desa Sei Merdeka Kec. Panai Tengah Kab. Labuhanbatu

Dari tangan Ahmad Faisal disita barang bukti .10 (sepuluh) bungkus plastik klip transparan berisi shabu2 brutto 1,89 gram, 1(satu) botol plastik bekas minyak rambut warna coklat dan 1(satu) buah kotak rokok warna hitam

sedangkan dari tangan Johan disita 4 (empat) bungkus plastik klip transparan berisi shabu2 brutto 21,35 gram. 1(satu) buah timbangan elektrik, 1(satu) kotak bungkus rokok warna hitam, 1(satu) hp Android Vivo warna hitam
dan 1(satu) buah hp Nokia Warna Hitam

Sitepu menguraikan kronologis pengungkapannya. pada hari selasa tanggal 02 Juni 2020 sekira pukul 05.00 Wib, Personil Sat Narkoba Labuhan Batu Unit I Team II melakukan under cover buy dengan tsk 1 dengan barang bukti tersebut diatas.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka kedua di dalam rumah.

Dari interogasi tersangka kedua dilakukan pengembangan dengan memancing no HP diduga pelaku namun HP tidak aktif,lalu kedua tsk dan BB diamankan ke komando guna proses lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal, tersangka pertama Faisal menerangkan dia hanya membantu tsk Johan menjual 1 Gram sabu dititipkan dengan harga Rp.750.000 sistem bayarnya setelah terjual dibayar menjadi Rp.1000.000

Kedua tsk dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Th 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

( Red/ Har )