Pabrik Gula Kuala Madu Ptpn2 Kembali Aktif Penuhi Kebutuhan Di Sumut

– Ladang Tebu Tandem Hilir Panen Perdana

Jalurtoba.com. ( Deli Serdang ) –
Pengoperasian kembali Pabrik Gula Kuala Madu ( PGKM ) dihadiri Ketua SPP Tri Wahyudi, Direktur Operasional Marisi Butar-Butar, Direktur Holding Abdul Ghani, Direktur Utama PTPN2 Iswan Achir sekaligus panen perdana di area ladang tebu Tandem Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (14/3/2020).

https://dissertationowl.com/

Seperti ketahui setelah giling perdana Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS) pada 25 Febuari 2020 lalu, PTPN2 juga mengoperasikan kembali Pabrik Gula Kuala Madu (PGKM).

“PGKM mulai dioperasikan, Jumat (13/3/2020). Beroperasinya dua pabrik gula ini dengan masing-masing kapasitas giling 3.509 ton tebu per hari, diperoleh 240 ton gula perhari. Dua pabrik itu akan menghasilkan 480 ton gula per hari,” kata Kordinator Humas PTPN II, Sutan Panjaitan, saat mendampingi Direktur Holding, Abdul Ghani, pada panen perdana tebu di Kebun Tandem Hilir, Sabtu (14/3/2020).

Produksi dua pabrik gula ini untuk memenuhi kebutuhan gula di Sumatera Utata (Sumut) dan nasional, dalam hal swasembada gula.

Manajemen PTPN2 yang dipimpin Direktur Utama Iswan Achir, Direktur Operasional Marisi
Butar-Butar, Direktur Komersil Arwin Nasution, ditambahkan Sutan, berharap target swasembada gula di Sumut ini dapat tercapai, serta kebutuhan gula nasional dapat terpenuhi.

Sejalan dengan program itu, kata Sutan, program Manajemen PTPN2 dalam hal pembersihan area dari pihak-pihak yang tidak ada haknya menduduki area lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1.500 hektare di area ladang tebu, tetap dilakukan pendekatan persuasif agar mengembalikan me pihaj PTPN2.

Tujuannya, lanjut Sutan, area lahan tersebut untuk ditanami tebu. Target yang diperlukan untuk ditanami tebu seluas 10.000 hektare. Saat ini, jelasnya, lebih kurang 8.500 hektare dikuasai dan ditanami tebu kembali untuk kebutuhan operasi pabrik agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Selama ini kita telah bekerja keras untuk mendapatkan area tanaman tebu tersebut. Semua itu berkat adanya kerjasama dari semua pihak instansi yang terkait, serta kiranya dalam pekerjaan proses penggilingan tebu sampai dengan barang jadi dapat berjalan dengan baik dan kebutuhan gula dapat terpenuhi,” imbuhnya. ( jatob)